Tuesday, December 30, 2008

Home » » mengukir Reputasi Lebih Penting Dari Prestasi

mengukir Reputasi Lebih Penting Dari Prestasi

Ketika seseorang mendapatkan sesuatu yang dia inginkan lebih dari apa yang dia fikirkan, dia telah mengukir prestasi. Banyak peristiwa yang dilalui dalam mengukir prestasi diri, bila perlu mungkin menyingkirkan saingan atau lawan dengan cara-cara kotor, menjerumuskan, akal bulus, dsb.
Tidak sedikit orang mengejar suatu prestasi, entah itu prestasi akademis, prestasi kerja, atau prestasi diri dalam organisasi tertentu, namun tanpa disadari apa yang dia ciptakan telah menghancurkan reputasi diri (prestasi moral).
Pasca prestasi tumbuh kebencian, ketidak sukaan, penghianatan, kebohongan, kesombongan dan sakit hati yang berakhir dengan dendam.
Namun apabila kita mengukir reputasi diri, mengedepankan sebuah moralitas, membangun benci menjadi suka, tidak berhianat akan menuai kebaikan diakhir perjuangan.
Prestasi fisik dan akademis tidak menjadi ukuran, namun mengedepankan moral akan menumbuhkan kasih sayang, sesungguhnya reputasi seseorang ada pada moral bukan pada prestasi akademis atau prestasi fisik.
Piala dan piagam penghargaan, tanda jasa tidak berarti apa-apa, demikian pula ijazah apabila kita tidak pernah mengedepankan moral.
Berijazah tapi tak bermoral, prestasi kerja dan akadenis menjadi tujuan akhir, pangkat dan kedudukan menjadi cita-cita dan uang sebagai bukti keberhasilan, itu semua sesungguhnya hanya mengumpulkan kehancuran, apabila reputasi diri (moral) tidak ada dalam target seseorang.
Meraih prestasi diri tanpa mengedepankan moral sesungguhnya kita melatih diri egois, sombong, tidak perduli orang lain dan lingkungan serta ingin menang sendiri.
Raihlah reputasi dalam mengukir prestasi

No comments:

Post a Comment